Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita

Kalau Aku Tak Lagi Ada di Hari Esok

Pov Tuan Kalau aku tak lagi ada di hari besok, jangan mencariku lagi di sudut-sudut hari. Sebab, aku sudah terlalu jauh melangkah, dan kamu hanya sebagai tempatku untuk singgah. Aku sudah kembali sebagaimana seharusnya kembali. Menangisi kepergianku tak akan membuatku datang dan merentangkan lengan untuk memelukmu lagi. Meratapi kepergianku hanya akan membuat langkah-langkahku semakin tertatih. Kalau kamu benar-benar mencintaiku, jangan pernah menyesali kepergianku. Biarkan aku melangkah, senyummu harus tetap merekah. Suatu saat nanti jika Tuhan mengijinkan, kita akan bisa bertemu melepaskan segala rindu. Kalau aku tak lagi ada di hari besok, jangan terlalu sering mengunjungi tempat-tempat yang pernah kita habiskan bersama. Aku tak akan pernah datang, tak peduli bagaimanapun hatimu sibuk meyakinkan dirimu sendiri bahwa aku akan kembali. Berhentilah menyiksa dirimu sendiri dengan ketidakrelaan. Aku sudah melangkah pergi ke kehidupan yang sebenar-benarnya. Jangan menghabiskan sebagian wa...

Senandika #2 Sembunyi Tetes

PoV Puan Kamu adalah kenangan yang ingin kubunuh secara paksa dari ingatan, namun hati selalu tak ingin melakukannya. Sampai sekarang, aku belum terbiasa melewati hari tanpa mendengar suaramu, tanpa melihat wajahmu, tanpa merasakan genggamanmu. Namun, semua itu tidak tak akan pernah terjadi lagi, bukan?  Aku membiarkan hatiku yang telah berdarah untuk selalu mengingatmu, di saat yang sama aku menjahitnya kembali dengan hal-hal baru meski tahu benang yang kurajut kembali terburai setiap kali kenangan bersamamu diam-diam menyusup ke dalam ruang hati.  Hidup yang kujalani tak lagi indah, karena dari titik manapun aku memandang, semua yang kulihat adalah kamu. Tidak mudah untuk membiasakan hidup tanpa kamu, namun lambat laun aku pasti akan terbiasa. Aku berusaha melupakanmu dengan berbagai cara. Lembaran-lembaran hari yang kusam kutulis dengan hal-hal baru.  Barangkali rasa sakit bisa sedikit dilupa dengan melarutkan diri dalam berbagai kesibukan. Namun, kenangan bersam...

Senandika #1 (Bukan) Genggam

PoV: Puan Bagaimana bisa napas yang kuhela sekarang menjadi sangat menyesakkan. Pemandangan kota yang biasanya menjadi tempat menjamu rindu, kini menjadi amat mengganggu. Aku masih ingat ketika untuk pertama kalinya kamu menaruhkan telapak tanganmu yang hangat di punggung tanganku yang tiba-tiba saja dingin membeku. Aku masih ingat ketika matamu yang menatap mataku menjelma cahaya matahari di pagi hari. Hangat.  Aku masih ingat bagaimana susah payahnya mengatur degup jantungku yang seolah-olah akan meledak. Aku masih ingat bagaimana kita berdua meniti hari dengan banyak kisah bahagia. Aku juga masih ingat betapa beraninya aku memberikan genggamanku kepadamu, sesuatu yang belum pernah aku percayakan kepada siapapun. Karena kamu berbeda waktu itu. Aku masih ingat, dahulu, saat kamu masih di sini, aku seperti mendapat seseorang yang paling mengerti bagaimana diriku. Kamu amat berbeda waktu itu, entah bagaimana kehadiranmu sempat mengundang banyak canda dan tawa. Hari-hariku begitu...