Postingan

Menampilkan postingan dengan label sajak

Sebelum Terpejam

Gambar
Sunyi berkumandang lebih lama di telinga Kau berlama-lama membaca luka tanpa suara Sebelum mataku terpejam dan sebelum kau kembali merangkai malam menjadi nestapa Biarkan kusuguh sebuah peluk ke hadapanmu yang masih mengeja rutuk Entah menenangkan atau malah merengkuh berang Entah meredakan tangis atau malah tak menjedakan tangis Tapi pelukku takkan memintamu berpura-pura Kau bebas menunjukkan dirimu apa adanya Lubuk Garam, Juli 2020 Gambar: pixabay.com

Puisi #2 Pria Alamanda

Gambar
Bayu mendesir malu-malu, menjinjit tapak agar kedatangannya tak mengusik kemesraan dahan dan dedaunan yang saling menggenggam dalam lelap. Ia gelitik pelepah-pelepah kelapa yang enggan membuka mata dan lantunkan selamat pagi pada embun yang diam-diam merangkak pulang meninggalkan rerumputan yang asyik bersenda gurau dengan mimpi. Ia sapa para alamanda yang menguntum anggun di dalam sejuknya selimut pagi. Pria tua datang menghela langkah-langkah timpang, ia gulung selimut pagi dan bangunkan mentari yang berselubung nyaman  di balik bentangan awan. Si bayu menjeling cemburu, pria tua bercengkerama dengan alamanda yang merona malu.  Dia merangkai aksara rindu untuk perempuan yang telah beranjak sejak lama, mengukir sepotong senyum yang tak dapat lagi membingkai indah di sudut mata. Pada kelopak-kelopak kuning nan memesona, ia bujuk para bulir yang bertengger anggun di rapuhnya punggung si kembang agar sudi menemani hingga si bunga menguntum indah dan semesta melirik j...